PRODUCT of YOUM SHOP

gallery
SKIN79 Hotpink BB cream spf
gallery
[IMPORT BAG] Limited Stock
gallery
[SHOES] Tweenie
gallery
[Etude House] BB Cream Precious Mineral Bright Fit + Nymph Aura Volumer Set
gallery
[Handmade Shoes] Chanel Prestige
Showing posts with label Poem. Show all posts
Showing posts with label Poem. Show all posts

Saturday, December 15, 2012

Dulu aku..



Dulu aku pernah sangat bersemangat namun kini semangatku lenyap
Dulu aku pernah sangat ceria namun kini kecerianku luntur
Dulu aku penuh tawa namun kini tawaku tertawan
Dulu aku begitu tenang namun kini aku begitu dihantui kecemasan
Dulu aku penuh ide namun kini ideku terbakar dan menjadi abu.
Dulu aku pernah punya kamu.. Kamu yang dulu.
Namun itu dulu, dulu sebelum aku mengenal kamu.
Terimakasih atas lika-liku menderu yang kamu tawarkan.

Thursday, October 4, 2012

Katakan Pada Dinding


Aku menerjang dinding, dinding yang selama ini aku anggap nyaman. Aku berhadapan dengan sesuatu yang salah. Meski aku selalu merasa senang melihatnya berada dihadapanku. Ternyata ia menggerutu, ia sudah tak tahan berhadapan denganku. Ia tak menginginkan aku lagi yang mengisi ruang dindingnya. Mungkin aku perlu mengecat ulangnya kembali, menghidupkan suasana lalu, dimana kita pernah memiliki kenangan didalamnya. Tapi mengapa hanya aku yang berusaha? Kau hanya diam dan menyalahkan. Apa kita sudah tak layak mengobarkan kemesraan ditengah heningnya ruang ini? Dinding.. Apa kau sudah bosan melihatku? Kau sudah tahu kebiasaan yang aku lakukan setiap hari. Apa kau ternyata tak suka? Apa kau yang sudah berubah? Aku bingung, apa aku hanya kau bodohi saja? Kau tetap menjaga rahasia itu dalam hatimu dan ku tahu kau tak menginginkanku lagi disini. Aku akan pergi dari ruang ini, tak akan mengganggumu lagi, sepertinya kau sedang jatuh cinta. Selamat menemukan pengisi ruangmu dinding. Aku me… relakanmu dengan meninggalkan cinta yang sangat menggebu. Tak perlu kau tahu.

Wednesday, October 3, 2012

SESAK

Harus kubenamkan pada siapa pipi yang terbasahi tangisan ini? Memilin tawa yang hanya sementara, kini sisanya hanya sia yang didapat.Kau tahu mengapa aku tumbuh seperti ini? Gadis pembangkang yang tidak pernah menuntun hal yang berlebihan. Gadis yang sama sekali tidak modern dan modis seperti mereka yang selalu menghabiskan waktunya untuk keluar bersama teman-teman mereka.
Apa kau fikir aku bahagia? Apa kau tidak ingin mencoba membahagiakanku? Setidaknya keluargamu sajalah yang kau bahagiakan.
Mungkin aku orang yang terhina didunia ini, kau ludahi dengan sebenar-benarnya. Meludahiku, layaknya kotoran yang telah lama kau pendam untuk kau luapkan dendammu.
Terjangan yang kau hajarkan ke mukaku, layaknya musuh yang ingin kau bunuh. BUNUH! BUNUHLAH AKU! AKU INGIN KAU MELAKUKANNYA! AKU MENDERITA.. Sesak...

http://soundcloud.com/uiiump/sesak

Tuesday, January 17, 2012

Jubah Imajinasi

Tergesa cawan imajinasi membuai senyuman itu.
Dimensi yang terbendung meniadakan arti jarak dan waktu.
Memecah menderu membelah pandangan jauh yang menyatu.
Menenun citra keindahan cinta.
Terpadu menjadi jubah kehangatan mengiringi hari yang dijelang.

Bentangkan pikiran, terombang-ambing kala menemui teka-teki.
Sesaat duka menghiasi wajah,
Melumpuhkan buih nanar yang tiba-tiba membisu.
Tersesat dikabut menyesat pilu.
Ini hanyalah sebuah kerinduan yang menggebu.
Hingga akhirnya meluap tak terkontrol.
Melahirkan spekulasi tiada pasti.
Yakin, kita bisa hadapi.

Saturday, December 24, 2011

Peluh

Sebenarnya hanya kau yang dapat menenangkan hatiku
Entah mengapa kau tidak disini
Tidak denganku...

Menerobos bingkai asa yang tak sejalan dengan rasa
Menjelma mengarifkan seluruh impian
Berdusta untuk mencinta
Kepalan hati tak kuat membendung dusta yang ada

Jauh telah ku berkelana menelusuri palung jiwamu
Adakah aku?
Rasa itu..
Hubungan yang terjalin..
Mimpi kita..
Akankah seketika lenyap?

Berucap begitu mudah
Terenyuh relung tuk mendekap kata
Peluh darahku dikesunyian tak kunjung membuat matamu terbuka


Apakah salah jikaku.. Terlalu berharap?
Fokus tuk mengkombinasi mimpi agar terealisasi
Mengharapkan sayang dalam kebahagiaan
Inginkanmu jadi bagian kebahagiaan hidupku
Temani hariku selalu

21/12/2011
21.22

Thursday, November 10, 2011

Nyata Terjaga

Aku lemah dan terjatuh di lubang kosong.
Matahari segera tergelincir menyonsong lorong.
Tak peduli tentang semua itu.
Ku tak kan beranjak dari sisi hatimu.
Yang akan tetap terus terjaga.

Kecupan manis,
Pelukan penuh ketenangan
Dan hangatnya tubuhmu yang selalu ku nantikan

Bayangan semu kian nyata terlihat.
Rindu dan cemburu,
Resah dan gelisah,
Senang dan riang,
Selalu ada hiasi hari yang terlewati.
Nyata dan begitu tulus dalam genggaman.
Karena ku mencitaimu dalam setiap kondisi.

Menantiku Kembali

Bungkam menahan kerinduan
Inginkan kembali kesana dipelukanmu
Menemani setiap pijakan yang tertahan

Terpejam membayangi hadirmu
Dalam kesenyapan rasa menggebu
Dengarkanlah aku memanggilmu
Dirimu yang selalu menghantui kalbu

Jangan pernah tuk tinggalkanku
Jangan pernah tuk lupakanku
Jangan pernah tuk menghilang
Karena pasti ku kan kembali !!
Tak ada lagi selain dirimu yang ku cari.
Berjanjilah kau kan menanti sampai aku kembali...
Sampai waktu menghampiri
Dan tuhan menghendaki..

Ku kan kembali..
Mengisi ruang diantara jari jemarimu.
Tuk slamanya!

Menyakitimu

Aku masih tetap saja memikirkanmu.
Ku telah menyakitimu.
Bayangmu menghantuiku.
Ku tau semuanya kesalahanku.
Yang membuatmu terluka akan diriku.

Ku telah lama dengannya.
Dan ku beri harapan padamu.
Tuk melihat indahnya dunia berdua.
Harapan kosong tak berarti.
Tersimpuh dalam lukamu yang berkarat

Lamunan

dangkal lamunan.
tak ubahnya binatang jalang.
semua pucat slamanya.
dalam kebiadaban terpendam.
mencoba toreh ke belakang.
tentang kisah yang sumbang.
teriring layaknya senandung.
hilang bergelombang.

berontak melawan kepalsuan.
raih mimpi berharap jadi nyata.
berlari mengejar angan tuk jadikan kekuatan.
                                                                                    tetap bertahan hadapi kenyataan.

Hentikan

meredam kepedihan hasrat
terbelenggu dalam tumpukan bebatuan
tuk mencari pijakan
sebuah pilihan yang penuh kepastian
menyerang kerapuhan jiwa

jarak yang menjauhkan.
waktu yang trus berjalan.
takdir yang tak berpihak pada khidupan.
smua itu merupakan,
kenyataan yang sungguh menyakitkan.
mati berdiri ?
atau mati bunuh diri ?
tiada pilihan lain.

hentikan ..
kini ku telah mati rasa.
menggerutu di balik harapan
sendiri dalam senyap.
sunyi mengiringi langkah yang tak pasti.
sesal,sebal,sesak tuk hadapi.
tak berarti arti rasa d hati

Kelam


Memijakan kaki ditumpukan bebatuan
Teringat masa lalu yang kelam
Hanya terpaku meratapi kisah itu
Akankah kembali terulang ??

Rasa yang tak termiliki memang tak kan tergapai
Hanya berharap waktu kan pertemukan
Secercah harapan membawa angan
Melayang dalam dekapan sang angin
Masihkah sanggup kaki tuk berjalan
Di tengah siksaan batin yang mendalam
Akhiri ini dengan penuh kenistaan.

Galau

Panas tubuh membuat langkah terhenti
Wajah pusat pasi mewarnai
Tangis yang berderai menyelimuti
Kebebasan tak lagi menghampiri

Apa yang terjadi saat ini?
Perasaan ini telah mati
Jiwa yang rusak pun memuji
Tersandar disudut sepi
Tubuh gemetar meratapi kesendirian hati


Galau gerak yang terbatas ini
Membuatku terkekang dalam buaian sunyi
Tubuh lemas kerdil tergulai

Galau tak menentu
Galau tak karuan
Galau tak beralaskan

Menentukan Arah


ku diam pada titik samar
membungkap tiap-tiap kebisuan yang ada
meniti arah angin yang tak pasti
hantui setiap langkah yang kujalani

adakah jalan yang menjadi tujuan
tuk tentukan pilihan
maknai kenyataan
tanpa kesakitan batin
jejali emosi diri
yang kian tak terkendali

Ingin Bertahan



Perlahan mengenali jati diri ini
Menuai gelisah tanya di hati
Hanya jika dan ataupun
Kata bukanlah nyawa tuk hidup bahagia
Apalah artinya jika, jika semua hilang perlahan
Ataupun diri ini, tak dapat bernafas lagi tanpanya

Melangkah dalam senyum palsu
Dekapan penuh keangkuhan terlihat pilu
Yang ada hanya langkah pelan
Hembusan nafas yang sesak perlahan
Semua yang dilakukan begitu kacau tak karuan
Jejali kenyataan yang menyakitkan.
Buktikan dalam perbuatan walau berbatas keadaan.

Tak ingin akhiri semua yang telah berjalan
Luapkan emosi jiwa menahan
Tetap bertahan,
Tetap ingin bersamamu walau penuh rintangan

Matikan Aku



Meronta kekesalan yang tercermin dalam tangisan
Melepuh datangkan kebusukan
Terlalu sesak membusungkan dada tuk melangkah
Alur panjang penuh konflik yang tak pernah usai

Coba padamkan api dan matikan aku !
Membara nyala menjilat kepalsuan
Kegelapan datang menjemput perlahan
Sudah cukupkanlah ,
Usailah ini dengan tajamnya tatapan
Hantam kosongnya waktu walau tak berikan kejutan

Matikan aku !
Ketenangan ku ingin
Walau ku tau itu tak kan mingkin


Matikan aku !
Menjahit luka kesia-siaan
Tekanan dan cobaan tak kan ku hiraukan

Cukup sudah,
Hentikanlah....
Silahkan coba matikan aku !
Matikan aku,
Rasakan kehampaan

Hanya Inginkan Dirimu

dilema melanda hati yang merana
puing-puing reruntuhan jiwa terpecah menahan
tak tertahan ingin ungkapkan isi hati
tentang kesedihan yang terdalam.
kerasnya bebatuan yang dungu.
tajamnya jalan yang berliku.
inginkan kau tetap menunggu.
kehadiranku di dekapmu.

tutup mata..
tak usah kau rasa.
akan asa yang melanda.
tak perlu bangun dari tidur.
saat kecupanku hadir.
biar lelahmu pudar.

hanya inginkan dirimu walau penuh liku.
                                                                                    yakin semua ini kan indah d akhir nanti.

Kian Terpuruk

”menderita dan merana hidup entah dimana. Terasa asing menjalani itu semua. Inginku berlari tinggalkan kegiatan monoton dalam kenyatan. Bebaskan, tak ingin tenggelam !!!”